Kelebihan Kekurangan Furniture Buatan Tukang dan Buatan Pabrik

jasa tukang desain interior

Jika anda tahu vendor desain interior pasti punya tenaga ahli tukang yang membuat setiap detail furniture, dan hanya sebagian yang dibeli dari pabrikan seperti furniture berbahan plastik, alumunium atau stainless. Ini adalah bagian pertimbangan dan nilai dalam merencanakan desain interior.

Selain itu sudah hal umum bahwa furniture pabrikan pasti lebih murah dibandingkan dengan custom buatan tukang. Ini sudah kita pahami karena biaya per bahan, tenaga, dan jumlah satuan yang menjadikan harga relatif lebih mahal

Ada perbedaan antara furniture buatan tukang dan pabrikan.

Mari kita bahas apa saja yang menjadi perbedaan.

1. Bahan dasar
Furniture industri atau pabrikan lebih umum menggunakan bahan yang empuk namun cukup awet seperti mdf. Hal ini agar menjaga mesin pemotong pabrik tetap awet dan tidak mudah aus.

Sedangkan tukang lebih suka menggunakan bahan yang lebih awet karena punya tanggung jawab garansi dan nama baik, yaitu keawetan produk.

Karena itu tukang dari vendor jasa desain interior seperti Leora lebih mengutamakan bahan Plywood ( multiplek dan blockboard)

2. Kekuatan Lem, Baut dan Engsel (Durabilitas)

Hampir semua tukang pasti menawarkan pembuatan yang durabilitasnya paling bagus, menggunakan lem terbaik, baut terkuat, dan engsel berkualitas, namun seringkali oleh klien pemula harganya dianggap mahal.

Hal-hal kecil ini adalah penentu utama keawetan furniture saat sudah jadi dan digunakan, namun banyak yang kurang tahu dan menganggap remeh.

Baut dan bahan yang aus atau retak adalah berakhirnya masa pakai furniture, artinya sudah sulit dibenahi dan harus ganti, makanya bahan dasar dan lem, baut, engsel harus sama-sama berkualitas.

Kalau Pabrikan biasanya juga menawarkan standar kualitas, bahkan hingga 3-5 tahun tentu dengan syarat pemakaian yang baik tanpa beban yang terlalu berat. Tapi jikalau rusak pun tetap tidak akan ada garansi.

Hasil mesin pabrik punya kelebihan yang lebih bagus dari segi kesempurnaan, karena namanya manusia kadang ada salahnya, berbeda dengan robot pabrik yang sudah di setting sedemikian rupa untuk menghasilkan produk terbaik.

 

3. Garansi dan Fleksibilitas Perbaikan

Ini yang sering disukai oleh klien yang suka dengan pelayanan maksimal, artinya klien yang memesan furniture desain interior kapanpun akan dengan mudah meminta tolong jika ada yang kurang.

Hal ini tentunya mustahil dilakukan jika membeli barang pabrikan, karena juga pastinya jarang rusak dengan adanya quality control sebelum dipasarkan.

Biasanya barang-barang yang harus memasang di tembok seperti wardrobe dinding, kitchen set, yang pastinya butuh keahlian agar menempel kuat.

Mana yang lebih baik?

Jika produk stainless steel dan alumunium saya kira pasti lebih baik buatan pabrik, atau jenis furniture ringan seperti meja dan kursi.

Namun untuk furniture yang membutuhkan bahan berkualitas dan pemasangan oleh tenaga ahli, seperti wardrobe, kitchen set maka lebih baik dan aman menggunakan tukang furniture.