Tips Membeli Furniture Online Supaya Aman dan Lancar

Jika kita ingin membeli furniture online ada baiknya memperhatikan beberapa faktor supaya yaman dan benar-benar seperti apa yang diharapkan. Pengalaman dalam jual beli furniture online, pembeli mengacu pada photo produk, tidak seperti halnya saat beli di toko yang bisa langsung melihat dan menyentuh barangnya.

Sekarang sudah banyak toko online furniture yang bagus dan memudahkan trensaksi. Namun ada syarat yang dipahami pembeli supaya hasilnya memuaskan. Kami sebagai vendor interior desain pun sering membeli secara online, karena ada item yang belum bisa kami sediakan.

Ada beberapa hal yang selama ini jadi dasar supaya bisa mendapatkan furniture secara online yang baik


1. Respon dan Pelayanan Penjual

Sebaiknya jangan terburu-buru order, lebih baik jika menanyakan melalui contact atau chating yang disediakan. Beberapa marketplace sudah menyediakan fitur chating, bahkan sellernya juga mencantumkan nomer yang bisa dihubungi

Cari yang paling baik responnya, karena ini adalah salah satu kriteria penjual benar-benar menjual dan siap melayani customer.


2. Priode Custom Furniture

Sudah hal yang wajar, bahwa pembelian furniture online jika bukan dari brand ternama, sistem nya aadalah made by order. Ini karena biaya bahan yang cukup mahal. Umumnya pembelian di marketplace pembeli harus membayar cash di awal, sedangkan jika langsung beli pada si pembuat biasanya dp 50%

Penagalaman kami, jangka waktu yang normal untuk satu buah lemari misalnya adalah 14-21 hari, sedangkan sofa ataupun meja yang berukuran lebih kecil bisa selesai 5-10 hari jika lebih dari itu sudah tidak wajar.


3. Lihat Ulasan atau Rating Penjual
Sebagai contoh seperti di Dekoruma, Fabelio, Blibli, Tokopedia atau Bukalapak banyak seller furniture onlien, kita bisa mengecek rating terlebih dahulu. Semakin tinggi rating tentu semakin terpercaya penjualnya.

Jika terpaksa hanya ada pilihan furniture pada penjual yang belum punya rating, solusinya yang terbaik adalah menanyakan terlebih dahulu dengan detail.


4. Warna Foto dan Produk Tidak 100% Sama
Banyak faktor yang mempengaruhi seperti warna layar laptop atau smartphone, efek edit photo dari penjual dll. Setidaknya kesamaan 90 – 99 % dalam hal warna antara foto dan aslinya masih bisa diterima

Karena inilah para seller sering memberi penjelasan tentang warna yang tidak 100% sama di deskripsi produk, karena kadang pembeli merasa kecewa karena warna sedikit berbeda.


5. Resiko Membeli di Marketplace
Hampir semua marketplace dan e-commerce online adalah pihak ketiga yang menampung para pengrajin furniture. Keberadaan teknologi ini menjadikan lebih nyaman,  mudah dan aman dalam bertransaksi, namun terkadang ada resiko yang muncul.

Resiko tersebut adalah miss komunikasi antara pihak ketiga kepada buyer yang tidak sesuai dengan kondisi pengrajin.

Sebagai contoh pihak ketiga memberi priode made by order selama seminggu, sedangkan di lapangan pengrajin baru bisa menyelesaikan dalam dua minggu.


6. Pengrajin Furniture itu Bukan Mesin
Tidak seperti mesin yang bisa diatur waktunya, apalagi jika kita tahu kondisi sebuah workshop yang cukup komplek.

Jika kita membeli furniture online yang dibuat manual oleh seorang pengrajin maka sebaiknya maklum soal waktu. Misalkan kita dijanjikan 7 hari, ternyata selesai 10 hari itu tergolong wajar. Pasalnya kadang untuk mengeringkan hasil cat itu ga bisa diprediksi tergantung kondisi cuaca.

Semoga bisa bermanfaat, Leora sipa membantu dalam pembuatan furniture custom dan jasa desain interior sesuai request yang anda inginkan. Untuk info lebih lanjut bisa cek artikel kami yang lain dan hubungi contact yaa.

               

Leora furniture, kontraktor jasa desain interior apartemen studio 1 2 3 kamar, jasa desain interior rumah toko cafe kantor, interior design Jakarta